Prosedur dan Biaya Resmi pembuatan SIM

Prosedur dan Biaya Resmi pembuatan SIM – SIM merupakan salah satu dokumen penting yang wajib kalian miliki jika ingin mengendarai sebubah kendaraan bermotor.

Surat Izin Mengemudi atau disingkat SIM merupakan sebuah lisensi yang diberikan oleh kepolisian republik indonesia untuk seseorang yang telah terdaftar dan identifikasi bagi masyarakat yang telah memenuhi syarat administrasi, sehat secara jasmani dan rohani, mengerti dan memahami arti rambu lalu lintas, serta terampil dalam mengemudikan kendaraan bermotor

Jenis dan Fungsi SIM

Jenis dan Fungsi SIM

Sesuai dengan Pasal 77 ayat 1 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai dengan jenis kendaraan bermotor yang dikemudikan.

Sebelum admin simulasi kredit memberikan tips cara membuat SIM serta biayanya, alangkah lebih baik kalian mengerti jenis – jenis dan kegunaan dari SIM.

Macam – Macam SIM

Di Indonesia, Surat Izin Mengemudi (SIM) terbagi 2 Jenis:

  1. Surat Izin Mengemudi (SIM) Kendaraan Bermotor untuk Perseorangan
  2. Surat Izin Mengemudi (SIM) Kendaraan Bermotor untuk Umum

Kedua jenis SIM yang dijelaskan diatas dibagi lagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan kegunaan.

1. Golongan Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk Perseorangan

Golongan SIM perseorangan terdiri dari:

  • SIM A, diperuntukan bagi pengendara kendaraan berjenis  mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat maksimal  yang diisinkan tidak melebihi 3.500 kg.
  • SIM B1, diperuntukan bagi pengendara kendaraan berjenis mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat yang diizinkan lebih dari 3.500 kg.
  • SIM B2, diperuntukan bagi pengendara  kendaraan berjenis alat berat, kendaraan penarik, atau kendaraan bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan perseorangan dengan berat yang diizinkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kg.
  • SIM C, diperuntukan bagi pengendara kendaraan  bermotor roda dua yang memiliki  kecepatan lebih dari 40 km/jam.
  • SIM C1, diperuntukan bagi pengemudi kendaraan motor rota dua yang memiliki kapasitas mesin 250-500 cc.
  • SIM C2, diperuntukan bagi pengendara  kendaraan motor roda dua yang memiliki kapasitas mesin  lebih dari 500 cc.
  • SIM D, diperuntukan bagi pengemudi  kendaraan khusus bagi penyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus.

2. Golongan Surat Izin Mengemudi (SIM) Umum

Golongan SIM Umum adalah sebagai berikut:

  • SIM A Umum, untuk mengemudikan mobil umum dan barang dengan jumlah berat yang diperbolehkan tidak melebihi 3.500 kg.
  • SIM B1 Umum, untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang umum dengan jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kg.
  • SIM B2 Umum, untuk mengemudikan kendaraan penarik atau kendaraan bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kg.

Mudah nya Membuat SIM

Ada kemudahan yang diberikan untuk pemegang SIM agar tidak perlu memiliki banyak jenis SIM jika hendak berganti-ganti jenis kendaraan bermotor yang akan dikemudikannya. SIM untuk kendaraan bermotor dapat digunakan sebagai SIM kendaraan bermotor yang jumlah beratnya sama atau lebih rendah. Lebih jelasnya sebagai berikut:

  • SIM A Umum dapat berlaku untuk mengemudikan kendaraan bermotor yang seharusnya menggunakan SIM A
  • SIM B1 juga  berlaku untuk pengendara mengemudikan kendaraan bermotor yang seharusnya menggunakan SIM A.
  • SIM B1 Umum dapat berlaku untuk mengemudikan kendaraan bermotor  yang seharusnya menggunakan SIM A, SIM A Umum, dan SIM B1.
  • SIM B2 Juga berlaku untuk pengendara mengemudikan kendaraan bermotor yang seharusnya menggunakan SIM A dan SIM B1.
  • SIM B2 Umum dapat berlaku untuk mengemudikan kendaraan bermotor yang seharusnya menggunakan SIM A, SIM A Umum, SIM B1, SIM B1 Umum, dan SIM B2.

Persyaratan Pembuatan SIM Perseorangan

Berikut syarat yang wajib kalian penuhi untuk membuat SIM perseorangan.

Batas Usia Minimal

  • SIM A:  Min 17 tahun
  • SIM B1: Min 20 tahun
  • SIM B2: Min 21 tahun
  • SIM C: Min 17 tahun
  • SIM D: Min 17 tahun

Syarat Administrasi

  1. Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  2. Mengisi formulir permohonan
  3. Sehat jasmani dan rohani, berpenampilan rapi, dan bersepatu (tidak diperkenankan memakai sandal).
  4. Lulus ujian teori, ujian praktik, dan/atau ujian keterampilan melalui simulator.

Persyaratan Tambahan

Bagi pemohon SIM B1 dan B2, ada syarat tambahan, yaitu:

  • Untuk membuat SIM B1 harus memiliki SIM A sekurang-kurangnya 12 bulan.
  • Untuk membuat SIM B2 harus memiliki SIM B1 sekurang-kurangnya 12 bulan.
  • Membayar biaya pembuatan SIM baru

Persyaratan Pembuatan SIM Umum

Khusus untuk golongan SIM Umum, persyaratannya sedikit berbeda dengan golongan SIM Perseorangan.

Simak berikut ini persyaratannya:

Batas Usia Minimal Pemohon

  • SIM A Umum: 20 tahun
  • SIM B1 Umum: 22 tahun
  • SIM B2 Umum: 23 tahun

Syarat Administrasi

  1. Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  2. Mengisi formulir permohonan.
  3. Sehat jasmani dan rohani, berpenampilan rapi, dan bersepatu (tidak diperkenankan memakai sandal).
  4. Lulus Ujian
    • Ujian teori.
    • Ujian praktik.
    • Diwajibkan mengikuti klinik mengemudi untuk mendapatkan Surat Keterangan Uji Klinik Pengemudi (SKUKP).

Persyaratan tambahan

  • Untuk membuat SIM A Umum harus memiliki SIM A sekurang-kurangnya 12 bulan
  • Untuk membuat SIM B1 Umum harus memiliki SIM B1 atau SIM A Umum sekurang-kurangnya 12 bulan.
  • Untuk membuat SIM B2 Umum harus memiliki SIM B2 atau SIM B1 Umum sekurang-kurangnya 12 bulan.
  • Membayar biaya pembuatan SIM baru.

Anda Bingung Cari Kredit Motor Terbaik? Cermati punya solusinya!

Prosedur Pembuatan SIM Baru

Jika kalian ingin membuat SIM, berikut prosedur pembuatan SIM :

1. Fotocopy KTP

Siapkan beberapa lembar fotocopy KTP anda untuk melengkapi syarat administrasi pembuatan SIM

2. Membuat Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani

Cara membuat nya cukup mudah, kalian datangi saja klinik terdekat dan berikan alasan anda untuk membuat SIM Kalian dapat memanfaatkan Fasilitas Klinik kepolisian yang berada disekitar lokasi pembuatan SIM.

3. Formulir

Ambil dan beli formulir untuk pembuatan SIM pada loket yang tersedia, isi secara lengkap sesuai dengan biodata diri kalian.setelah selesai, serahkan kembali ke loket pendaftaran dan tunggu lah sampai nama kalian dipanggil oleh petugas.

4. Asuransi

Dalam proses pembuatan SIM, biasanya sudah ada asuransi yang didapat dengan membayar premi asuransi sebesar Rp30.000.

 

5. Ikuti Ujian

Ujian dalam pembuatan SIM terdiri dari dua tahap, ujian teori dan ujian praktek. biasanya setelah nama anda dipanggil oleh petugas diloket pendaftaran, kalian akan mengikuti ujian tersebut.

Ujian Teori

Dalam Ujian teori, kalian akan mendapatkan soal pilihan berganda. semua soal ini membahas tentang pengetahuan kalian mengenai prosedur berkendara yang aman dan mengerti akan rambu – rambu lalu lintas.

Jika kalian lulus pada ujian teori pembuatan SIM, kalian akan menunggu untuk proses Ujian Praktek ( biasanya ada pilihan kendaraan untuk motor ( Kopling, Manual, Matik) untuk Mobil (Manual dan Matik), sesuaikan dengan kemampuan berkendara kalian). atau menggunakan Simulator

Jika kalian gagal pada tahapan ini, kalian akan diberikan kesempatan untuk mengulan kembali ujian tersebut setelah tenggang waktu 7 hari, 14 hari dan 30 hari. jika anda selalu gagal dalam ujian sebanyak 3x, uang anda akan dikembalikan

Ujian Praktik

tes ujian praktek sim

tes ujian praktek sim

Dalam ujian praktek, kalian dapat memilih kendaraan sesuai dengan kemampuan / keahlian kalian. jika lulus, Kalian akan menunggu proses sesi foto dan pengambilan sidik jari dan SIM kalian segera dicetak.

Jika kalian gagal pada tahapan ini, kalian akan diberikan kesempatan untuk mengulan kembali ujian tersebut setelah tenggang waktu 7 hari, 14 hari dan 30 hari. jika anda selalu gagal dalam ujian sebanyak 3x, uang anda akan dikembalikan

 

6. Tanda Tangan, Pengambilan Sidik Jari, dan Foto

Jika kalian lulus pada kedua tahap ujian praktek dan ujian teori membuat SIM, kalian diminta untuk menunggu panggilan di loket yang disediakan untuk melengkapi data dengan mengambil Foto, Sidik Jari dan Tanda Tangan secara Digital.

7. Ambil SIM

Tahap terakhir pembuatan sim setelah dinyatakan lulus adalah menunggu nama anda dipanggil diloket untuk mengambil SIM dan Asuransi sesuai dengan nama kalian.

Jenis dan Fungsi SIM

Jenis dan Fungsi SIM

Biaya Pembuatan SIM

Biaya pembuatan SIM sesuai dengan peraturan pemerintah No. 50 Tahun 2010 tentang PNPB Polri adalah sebagai berikut :

  • SIM A: Rp. 120.000
  • SIM B1: Rp. 120.000
  • SIM B2: Rp. 120.000
  • SIM C: Rp. 100.000
  • SIM C1: Rp. 100.000
  • SIM C2: Rp. 100.000
  • SIM D: Rp. 50.000
  • SIM D1: Rp. 50.000
  • SIM Internasional: Rp250.000

Biaya tambahan:

  • Asuransi Rp. 30.000
  • Biaya Surat Keterangan Uji Klinik Pengemudi (SKUKP) untuk SIM B1, B2, dan SIM Umum Rp. 50.000.

Tertib dan patuhi Prosedur

Prosedur dan biaya pembuatan SIM telah kami berikan diatas secara detail dan terperinci, saatnya kalian mengikutinya sesuai dengan prosedur dan tertib administrasi. Jika kalian mengalami kegagalan pada saat ujian, jangan lah kalian berkecil hati, terus lah berlatih dan ambil kesempatan yang diberikan oleh polri untuk mengulang kembali.

 

SIM menjadi bukti bahwa kalian mahir dalam berkendaraa dijalan. Selamat membuat SIM secara resmi. budayakan tertib admistrasi

salam,

simulasi-kredit.com