Cara menghitung pajak Progresif kendaraan bermotor - Simulasi-Kredit.com

Cara menghitung pajak Progresif kendaraan bermotor

Simulasi-kredit.com – Bagi pemilik kendaraan bermotor lebih dari satu, sudah dipastikan kena pajak progresif karena peraturan ini sudah diberlakukan beberapa tahun yang lalu. Lalu bagaimana cara menghitung pajak progresif kendaraan bermotor?

cara menghitung pajak progresif kendaraan bermotor

Pajak Progressif

Masih banyak dari kita yang belum mengetahui cara menghitung pajak progresif kendaraan bermotor, oleh sebab itu simulasi-kredit.com akan memberikan sedikit gambaran cara menghitungnya pada artikel ini.

Pajak progresif merupakan pajak kendaraan bermotor yang dikenakan kepada pemilik yang memiliki kendaraan kedua atau seterusnya, baik kendaraan roda dua, roda tiga atau roda empat dengan nama pemilik dan alamat tempat tinggal yang sama.

Baca Juga : Cara menghitung denda telat pajak motor

Pajak progresif yang ditetapkan oleh masing – masing daerah berbeda persentasenya. Kali ini kita akan mengambil contoh cara menghitung pajak progresif kendaraan bermotor DKI Jakarta.

Berdasarkan pada peraturan daerah (PERDA) DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2015, Tarif pajak progresif kendaraan sebagai berikut :

  1. Kendaraan pertama besaran pajaknya 2 %
  2. Kendaraan kedua besaran pajaknya 2,5 %
  3. Kendaraan ketiga besaran pajaknya 3 % dan seterusnya.

Sedangkan untuk wilayah Jawa barat, tarif pajak progresif nya sebagai berikut :

  1. Kendaraan pertama besaran pajaknya 1,75%
  2. Kendaraan kedua besaran pajaknya 2,25 %
  3. Kendaraan ketiga besaran pajaknya 2,75 % dan seterusnya.

Dari sedikti gambaran tarif pajak progresif diatas, yuk kita coba menghitung berapa sih pajak progresif yang kita terima

Perlu kita ketahui bahwa Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) merupakan hasil perkalian dari 2 (dua) Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) dan Bobot Koefisien. Bobot ini telah ditetapkan secara relatif tingkat kerusakan jalan dan/atau pencemaran lingkungan akibat penggunaan kendaraan bermotor.

Bobot ini dinyatakan dalam koefisien yang nilainya 1 atau lebih besar dari 1. Semakin tinggi tingkat kerusakan jalan atau lingkungan akibat penggunaan kendaraan, koefisiennya makin tinggi. Biasanya untuk kendaraan roda 4 pribadi dan roda 2, bobot koefisiennya 1.

Yuk hitung PKB kendaraan:

Misalkan A berdomisili di Jakarta memiliki 2 motor, masing-masing memiliki NJKB-nya sama yakni Rp 10 juta.

  • PKB ke 1 = NJKB X Koefisien X Tarif Pajak 1. Yakni Rp 10 juta X 1 X 2%, hasilnya Rp 200.000.
  • PKB ke 2 = NJKB X 1 X 2,5%, yakni Rp 10 juta X 1X 2,5%, hasilnya Rp 250.000
  • Begitu juga cara menghitung pajak progresif¬† untuk pajak kendaraan ketiga, keempat dan seterusnya

sudah tahukan cara menghitung berapa pajak progresif kendaraan kalian? pastikan kalian taat membayar pajak ya.

Baca Juga : Jadwal Pemutihan Pajak Motor

Leave a Reply